Diesel Engine Generator

Diesel Engine Generator
Yang maksud dengan Diesel Engine Generator Sets adalah sebuah bentuk pembangkit listrik dimana sebagai penggerak utamanya ( prime mover ) adalah mesin diesel dan di hubungkan (couple) dengan generator listrik dalam satu dudukan ( base frame) yang kokoh dan terinstal dengan baik sehingga dapat dioperasikan dengan baik. Sebagai suatu unit pembangkit listrik yang berpenggerak mesin diesel mempunyai bagian bagian dan system yang saling berkaitan erat. Apa bagian bagian dan system itu dapat diterangkan sebagai berikut

1. Radiator

Radiator adalah bagian dari mesin diesel yang berfungsi sebagai pemindah / pelepas kalor mesin. Konstruksi radiator terdiri dari pipa pipa tipis yang disusun sejajar dan satu sama lain dan dilekatkan sirip sirip plat tipis. Konstruksi ini bertujuan untuk memperluas bidang permukaan dari air yang lewat pipa radiator, dibantu dengan hembusan angin dari kipas radiator yang melewati kisi kisi dan sirip sirip radiator proses perpindahan/ pembuangan berlangsung, hal ini dapat dirasakan bahwa udara yang keluar dari radiator terasa hangat atau panas.
Sistem pendinginan dalam generator engine dapat dibedakan sebagai berikut :

1.1 Direct Air Coolling System
Yaitu system pendinginan udara dihembuskan dari kipas centrifugal yang tersambung secara mekanik dengan mesin. Pendinginan ini tanpa menggunakan air dimana bagian bagian mesin dibentuk sedemikian rupa dengan kisi-kisi yang berselungkup agar luas penampang bagian mesin menjadi lebih luas sehingga pendinginan bisa tercapai secara optimal. Pendinginan model ini jarang digunakan lagi dan hanya untuk kapasitas kapasitas kecil saja.

1.2 Direct Water Cooling Sistem :
Yaitu sistem pendinginan menggunakan media air yang disirkulasikan melalui radiator oleh water pump. Kalor panas yang disirkulasikan oleh radiator dibuang dengan menggunakan kipas radiator yang tersambung secara direct maupun dengan V-belt ke engine. Pada keadaan dingin air disirkulasikan langsung ke engine tanpa lewat radiator ini dimaksudkan agar engine dapat cepat mencapai temperature kerja berkisar 75 o Celcius. Jika suhu mesin sudah mencapai nilai tertentu mekanikal thermostat akan membuka dengan demikian sebagian air akan mengalir ke radiator dan menjaga temperature kerja mesin. Dimana temperature kerja mesin rata rata 70 o sampai maksimal 85 o. Lebih dari itu engine akan shutdown pada temperature 90 sampai 98 o celcius.

Gambar : Sebuah radiator genset kapasitas 45 KVA

1.3 Separate Water Cooling System :
Yaitu sistem pendinginan secara terpisah. Biasanya engine dalam ruangan (indoor) sedangkan radiator di luar ruangan (outdoor ). Sebagai pengganti penggerak kipas digunakan motor listrik yang disupply dari generator itu sendiri. Sistem ini biasanya dipakai untuk generator berdaya besar diatas 1 Mega Watt. Sistem ini cocok untuk generator yang diletakkan di lantai bawah/ground bangunan (basement) dan tidak memungkinkan dibuat ruang radiator.

1.4 Cooling Tower Water Cooling System :
Yaitu sistem pendinginan menggunakan menara pendingin (cooling tower) dimana air dipompa dan disirkulasikan ke cooling tower. Air kemudian dilewatkan dalam pipa berlubang untuk disemprotkan dalam bentuk butiran air (spray) sehingga titik-titik air tersebut dapat bersinggungan langsung dengan udara yang dihisap keluar / keatas. Sehingga proses pendinginan terjadi. Air yang telah dingin disirkulasikan lewat heat-exchanger yang mana di dalam terdapat pipa pipa air yang tersambung ke dalam mesin (close circuit) sedangan dalam sirkulasi ke cooling tower terjadi sirkulasi open circuit.

Gambar : Bagan Cooling tower ( menara pendingin )

2. Water pump

Water pump adalah bagian dari mesin diesel yang berfungsi mensirkulasikan air pendingin ( cooling water ) dari engine ke radiator dan kembali ke engine lagi. Water pump ini digerakkan oleh putaran mesin itu sendiri melewati mekanisme pulley yang disambung dengan V-belt.

Gambar : Water pump engine

3. Dinamo starter

Dinamo starter ini bagian dari mesin yang berfungsi sebagai penggerak awal dari mesin. Dimana melalui mekanisme roda gigi dan pinion dynamo starter ini menggerakkan Flywheel. Dari awal putaran diporos ini akan menghasilkan kompresi diruang bakar dan putaran injection pump yang akan mengabutkan bahan bakar.Setelah terjadi pembakaran dan menghasilkan gerakan berputar sendiri , dynamo akan lepas dari gigi flywheel.
Karena arus start yang tinggi hingga sampai 100 Ampere atau lebih maka diperlukan solenoid, solenoid ini terdapat kontak yang mempunyai rating yang cukup besar hingga mampu men ngalirkan arus sesaat smpai 200 A atau lebih. Seporos dengan solenoid ini terdapat mekanisme penggerak pinion yang akan tersambung dengan flywheel di awal start dan akan terlepas di akhir start.
Lilitan magnetic dari solenoid ini masih cukup besar sehingga perlu penambahan relay bantu..karena kontak kunci mempunyai rating ampere yang terbatas.
Dinamo starter ini didesain untuk bekerja hanya sesaat pada saat starting. Dengan daya kw yang besar dan ukuran fisik yang relative kecil maka kemampuan menahan panas tidak cukup jika dioperasikan dengan waktu yang agak lama. Paling tidak waktu starting tidak boleh melebihi 10 detik . dan dalam satu perioda tidak lebih dari 7 kali starting dengan interval yang pendek.
Untuk itu biasanya dalam panel kontrol diperlengkapi dengan safety relay yang akan membatasi start hingga tidak lebih dari 10 detik.

Gambar : Dinamo starter berikut solenoid dan relay bantu

Gambar : wiring diagram dynamo starter

Selain menggunakan electric starter, digunakan juga air starter. Hal ini mengingat kapasitas electric starter yang terbatas khususnya untuk genset dengan daya diatas 2000 KVA. Cara bekerjanya sebagai berikut :
Yaitu menggunakan media tekanan udara sebagai energi mekaniknya. Tekanan udara dihasilkan oleh kompressor yang kemudian ditampung dalam tangki tekanan sampai sebatas 25 sampai 30 Bar. Air starter ini terbagi menjadi 2 macam :
1. Air motor starter : yaitu menggunakan sebuah mekanika bilah turbin yang mana tekanan udara yang tinggi sekitar 20-30 bar memutar sudu sudu turbin dan menghasilkan tenaga putar mekanik 1500 – 2500 rpm.Air motor starter ini terpa
sang sama seperti electric motor starter yang akan memutar roda flywheel.
2. Direct pressure : Yaitu tekanan udara yang tersimpan dalam tangki diinjeksikan langsung menuju ruang bakar melalui sebuah distributor dimana distributor ini urutannya menyesuaikan firing order / urutan pengapian. Tekanan yang dibutuhkan sekitar 30 bar.

Gambar : Skema diagram air starting direct pressure system

4. Alternator Charging

Alternator charging adalah bagian dari mesin yang berfungsi sebagai pengisi battery aki sewaktu mesin jalan. Alternator charging ini dilihat dari konstruksinya menyerupai generator 3 phase dimana statornya terlilit kumparan 3 Phase namun tegangannya kecil antara 12 – 15 V atau 24 – 28 V . Keluaran 3 phase ini disearahkan dengan 6 buah dioda sehingga terbentuk terminal positif dan negative. Tegangan DC ini dikontrol oleh regulator. Keluaran dari regulator ini akan mengatur exsitasinya.
Regulator ini berfungsi untuk mengatur arus charging supaya tidak berlebihan, jika aki belum penuh alternator ini akan mengisi dengan laju arus yang cukup besar dan akan mengurangi laju arus pengisian jika aki sudah akan penuh. Didalam terminal alternator terdapat terminal yang dapat dipakai untuk undikasi sinyal bahwa alternator dalam keadaan mengisi.
Untuk mengetahui bahwa alternator sudah bekerja atau mengisi bisa dengan mengukur tegangan baterry pada saat setelah jalan. Diukur dengan voltmeter voltasenya akan perlahan lahan naik .dan akan terlihat jelas dengan pengukuran Voltmeter digital.

Gambar : Alternator charging tampak samping

Gambar : Alternator Charging tampak belakang

Gambar : Wiring Diagram alternator

Gambar : Single line diagram alternator

5. Turbocharger

Turbocharger adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk membantu menaikkan tekanan udara didalam saluran udara masuk, Karena turbocharger tidak lain adalah sebuah compressor yang digerakkan oleh turbin gas buang. Dengan naikknya tekanan didalam saluran udara masuk kandungan udara yang berarti kandungan oksigen akan lebih padat. Dengan kandungan oksigen yang lebih padat maka jumlah bahan bakar yang dapat terbakar akan lebih banyak, sehingga tenaga mesin yang menggunakan turbocharger ini akan meningkat dari 20 sampai 35 % dari daya sebelum menggunakan turbocharger

Gambar : Turbocharger

Gambar : Bagan Turbocharger

6. Injection pump

Injection pump adalah bagian dari mesin yang berfungsi sebagai pompa injeksi ke ruang bakar melalui nozel. Pompa injeksi ini mempunyai tekanan kerja yang tinggi hingga mencapai bar.Tekanan kerja yang tinggi inilah hingga bahan bakar solar
dapat dikabutkan diruang bakar.
Injection pump terdiri dari plunger 2 yang digerakkan melalui mekanisme cam yang berputar. Plunger plunger ini yang memompa bahan bakar ke ruang silinder sesuai urutan firing order. Injection pump ini diputar oleh mesin melalui mekanisme roda gigi. Didalam injection pump ini terdapat pengaturan pemasukan bahan bakar sehingga kecepatan/ speed dapat diatur .

Gambar : Injection pump

7. Engine Control Panel

Engine Control Panel adalah bagian dari generator sets yang berfungsi sebagai Proteksi, Monitoring, command. roteksi yang dimaksud adalah memberikan pengamanan terhadap mesin antara lain high water temperature switch, low oil pressure switch, overspeed relay . Pada genset yang kapasitas besar proteksi didalamnya lebih banyak dan komplit karena sdh dalam bentuk modul kontrol.
Monitoring yang dimaksud adalah pembacaan parameter Volt,Ampere, Frekuensi , jam kerja ,suhu air dan tekanan oli.
Command yang dimaksud adalah untuk perintah start engine, stop engine dan emergency stop.

Gambar : Panel engine control analog

Gambar : Panel engine control analog

Gambar : Panel kontrol engine digital ( modul deepsea )

Gambar : Panel kontrol engine digital ( deep sea )
8. Air Filter

Air filter adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk menyaring atau memfilter udara yang masuk. Udara yang ada disekitar kita mengandung partikel partikel debu , Jika debu debu ini dibiarkan masuk kedalam ruang bakar tanpa difilter terlebih dahulu maka akan mengakibatkan ruang bakar cepat kotor dan hitam karena sebagian dari debu ini akan melekat dan hangus menempel di kepala silinder.Lama kelamaan performa mesin akan cepat turun karena ruang bakar kotor dan saluran masuk serta buang akan terhambat .

Gambar : Air filter dan indicator air filter

9.Fuel filter

Fuel filter adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk menyaring kotoran kotoran yang ikut terbawa dalam bahan bakar bisa berupa pasir, serbuk serbuk besi atau kotoran lain yang berbahaya bagi mesin. Akibat jika terdapat kotoran yang tidak tersaring adalah mesin akan turun performanya karena saluran injeksi pump ke nosel injector akan buntu dan akan mengganggu kelancaran pengabutan bahan bakar.

Gambar : Fuel Filter

10.Oil Filter

Oil Filter adalah bagian dari mesin untuk menyaring kotoran kotoran yang bersirkulasi, karena pemakaian oli akan menjadi hitam dan serbuk 2 yang ikut terbawa akibat perputaran mesin. Hal ini untuk menghindari dari kerusakan mesin terutama pada dinding silinder agar tidak tergores.

Gambar : Filter minyak pelumas

11.Jacket Water Heater

Adalah perlengkapan tambahan generator yang dipakai untuk mesin kapasitas menengah keatas ( up 250 KVA ). Peralatan ini bentuknya semacam heater pemanas yang dipasang disamping mesin mempunyai 2 buah pipa flexible. Daya yang dipakai untuk pemanas ini berasal dari listrik PLN. Prinsip kerja peralatan ini adalah memanasi sebagian air yang melewati jacket water heater , karena panas sifat alami dari air akan naik sehingga mengelilingi mesin berulang ulang.
Maksud dan tujuan dari pemasangan ini adalah untuk mengkondisikan bahwa genset dalam keadaan selalu hangat dan siap setiap saat jika di start. Dengan kondisi hangat mesin dikondisikan mendekati temperature kerja sehingga bila dibebani dapat lebih optimal. Nilai tingkat panas dari heater ini dibatasi oleh water temperature switch yang ada diengine dengan suhu limit 42 derajat celcius. Jika temperature mesin sudah mencapai suhu tersebut maka arus listrik ke jacket water heater akan terputus.

12.Prelubrication Pump

Prelubrication pump atau disebut priming pump adalah perlengkapan tambahan untuk diesel generator yang berfungsi untuk memberikan pelumasan pada mesin dalam keadaan berhenti/ standby. Pelumasan yang dimaksud adalah mensirkulasikan minyak pelumas keseluruh bagian mesin dengan mekanisme pompa oli yang digerakkan oleh motor listrik. Biasanya pompa ini disetting bahwa setiap 6 jam sekali pompa oli akan hidup selama 6 menit. Dengan kondisi bahwa keadaan mesin sudah terlumasi maka jika suatu saat dibutuhkan untuk hidup bisa segera dibebani dan tidak khawatir kerusakan pada mesin karena oli belum melumasi. Selain untuk itu juga untuk mengkondisikan bahwa oli tidak mengendap dan mengembun dibandingkan jika tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Gambar : Prelubication pump

13. Water Separator

Water Separator adalah peralatan tambahan bagi mesin sebagai pemisah antara bahan bakar dan kandungan air. Kandungan air jika ikut masuk dalam system bahan bakar akan membahayakan terhadap mesin itu sendiri dan bisa rusak. Tangki tangki penampungan bahan bakar yang dibiarkan terlalu lama bisa mengakibatkan pengembunan baik pagi maupun malam, peristiwa ini memungkinkan terbentuk tetes tetes air yang akan mengendap ditangki bahan bakar. Untuk menghindari air sampai masuk ke engine maka saluran bahan bakar sebelum ke engine ditambahkan water separator.

Gambar : Water separator

14. Main stator

Stator generator adalah bagian statis dari generator yang merubah perubahan garis garis gaya magnet yang melaluinya menjadi sumber tegangan/ mengeluarkan tegangan. Didalam stator generator terdapat belitan belitan penghantar yang disusun sedemikian rupa sesuai kaidah baik jumlah lilitan, jarak antara lilitan (pitch factor) dan beda sudut antara phase, sehingga menghasilkan tegangan 3 phase yang mempunyai sudut 120 derajat terhadap phase lainnya.
Kemampuan dan kualitas generator ditentukan juga oleh bahan inti besi dan bahan tembaga yang dipakai serta tingkat ketahanan isolasi terhadap panas yang melaluinya. Bahan inti dari stator merupakan bahan terpilih yang mempunyai tingkat permeabilitas magnetic yang tinggi, terbentuk dari lapisan lapisan plat yang terlaminasi satu sama lain. Hal ini adalah dimaksudkan untuk mengurangi rugi besi karena rugi arus hystrisis yang berpusar dalam inti besi.
Demikian juga dengan lilitan tembaga atau kawat email mempunyai kualitas yang khusus disamping biasanya mempunyai lapisan isolasi ( email ) yang double/ ganda. Juga mempunyai ketahahanan yang tinggi sampai 150 derajat celcius sehingga tahanan isolasi masih cukup kuat untuk menahan panasnya stator generator maupun arus lilitan itu sendiri.

15. Mains rotor

Mains rotor adalah bagian dinamis dari generator, yaitu sebagai bagian yang berputar yang memberikan perubahan garis garis gaya magnet terhadap permukaan inti stator. Mains rotor ini terdiri dari inti besi yang membentuk sepatu kutub yang didalamya terdapat kumparan magnet yang akan membentuk kutub utara dan selatan.
Konstruksi Mains rotor ini harus sangat kokoh karena mempunyai bagian yang selalu berputar, bagian yang berputar akan mempunyai gaya tekanan keluar ( sentrifugal ) , untuk itu bisa dilihat bahwa sambungan dan ikatan pada mains rotor terlihat kokoh.

16. Exciter

Exciter adalah bagian generator yang berfungsi untuk pembangkitan tegangan sebagai sumber arus mains rotor untuk pembentukan kutub. Exciter ini terdiri dari exciter stator dan exciter rotor. Exciter stator dapat sumber arus dari AVR sedangkan Exciter rotor mengeluarkan tegangan untuk arus kutub mains rotor.

17. Automatic Voltage Regulator ( AVR )

Adalah bagian dari Generator yang berfungsi mengatur , mengontrol dan memonitor tegangan yang keluar dari mains stator berdasarkan prinsip umpan balik / feed back dimana output dimonitor untuk mengontrol input supaya terjadi keseimbangan antara tegangan keluar dengan tegangan reference.sehingga tegangan yang keluar dari generator selalu konstan dengan berbagai level beban.

18. Cooling Fan

Cooling Fan adalah bagian dari generator yang berfungsi mengeluarkan disipasi panas dari dalam generator, sumber panas yang terbesar berasal dari inti stator dan inti rotor sumber panas lain berasal dari penghantar/ belitan .Cooling fan ini digerakkan oleh poros generator itu sendiri. Dengan bentuk fan sentrifugal yang akan menghisap udara dari dalam generator dan mengeluarkan secara sentrifugal . Cooling fan ini sangat penting artinya untuk menjaga temperature generator tidak melebihi ambient temperature kerja.

19. Space heater

Space heater adalah peralatan tambahan dari generator yang berfungsi untuk memberikan pemanasan di dalam generator. Pemanasan ini dimaksudkan untuk mengurangi / menghindarkan kelembaban didalam generator. Kelembaban yang berlebihan dapat merusakkan nilai resistansi atau tahanan isolasi dari hantaran / lilitan.

Cooling system ( sistem pendinginan )

Yang dimaksud dengan cooling system adalah metode pendinginan mesin. Pendinginan mesin disini akan membahas pendinginan dengan menggunakan radiator.Bagaimana sirkulasi air pendingin didalam cooling system ini dapat diterangkan sebagai berikut :

1. Pada saat engine start up dan running terjadi proses kimiawi didalam ruang silinder, yaitu pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen oleh karena kompresi yang tinggi. Ledakan ledakan yang terjadi selain menghasilkan tenaga gerak juga menghasilkan kalor panas. Dan energi panas ini diserap oleh bahan bahan metal dari mesin sehingga terjadi kenaikan temperature.
2. Didalam mesin terdapat rongga rongga yang mengelilingi bagian mesin, rongga rongga ini berisi air pendingin. Air pendingin ini menyerap panas dari mesin sehingga juga mengalami kenaikan suhu.
3. Water pump yang ada dalam mesin akan mensirkulasikan air ke seluruh bagian mesin. Pada saat mulai beroperasi air hanya bersirkulasi dari dan ke mesin. Ini disebabkan saluran menuju radiator masih tertutup oleh karena terdapat thermostat .Hal ini dimaksudkan agar mesin dapat cepat mencapai temperature kerja antara 70 – 85 derajat celcius.
4. Setelah mencapai temperature kerja , thermostat akan membuka secara otomatis karena efek panas. Suhu yang diperlukan untuk thermostat dapat membuka sekitar 79 derajat Sehingga air disirkulasikan lewat radiator dengan tujuan untuk menurunkan temperature air.
5. Didalam radiator terjadi proses pemindahan / pembuangan kalor panas karena dihembus atau didorong dengan kipas radiator.
6. Air yang keluar dari radiator ini sudah mengalami penurunan suhu dengan selisih antara 7 – 12 derajat celcius. Dan disirkulasikan lagi keseluruh bagian mesin.
7. Proses ini terjadi berulang ulang sehingga temperature mesin tetap terjaga pada temperature kerja yaitu antara 70 sampai 85 derajat celcius.

Gambar : Sirkulasi air pendingin mesin

Lubrication System (sistim pelumasan )

Didalam mesin banyak terdapat bagian yang bergerak dan berputar , gerakan dan putaran ini akan menimbulkan gesekan gesekan antara bahan metal sehingga mempunyai kecenderungan aus dan panas. Untuk menghindari keadaan tersebut diperlukan pelumasan disetiap bagian mesin yang bergerakn dan berputar. Bagaimana sistim sirkulasi dari minyak pelumas dapat di terangkan sebagai berikut.

Gambar : Bagan mesin yang tersirkulasi minyak pelumas

Gambar : Diagram pelumasan mesin

1. Minyak pelumas yang ada dalam bak / karter sebelum dihisap menuju pompa olie melewati dulu strainer, strainer ini berupa anyaman kawat seperti saringan yang bertujuan untuk menyaring kotoran kotoran .
2. Setelah itu dipompa dengan mekanisme pompa yang terpasang di internal mesin disalurkan menuju oil cooler. Yaitu pendingin olie dengan media air radiator.
3. Selanjutnya disalurkan ke filter olie untuk menyaring partikel partikel kecil yang ikut terbawa.
4. Dari oil filter menuju ke relief valve sebagai katup, dan didistribusikan keseluruh bagian mesin. Antar lain turbo, fuel injection pump.camshaft bearing,piston, idle gear dll.
5. Dan semua kembali lagi ke karter , begitu seterusnya bersirkulasi.
6. Volume oli pelumas lama kalamaan akan berkurang disebabkan oleh sebagian oli yang ikut terbakar didinding silinder sehingga perlu diperhatikan level olie setiap akan menjalankan mesin.

III. Fuel System ( system bahan bakar )

Fuel system adalah system sirkulasi bahan bakar didalam mesin.Bagaimana gambarannya dapat dilihat dari gambar dibawah ini :

Gambar : Bagan aliran bahan bakar dalam mesin

1. Bahan bakar (solar) didalam tangki mengalir melalui feed pump. Letak tangki bahan bakar sebaiknya lebih tinggi dibanding dengan mesin itu sendiri agar aliran bahan bakar berdasarkan gaya grafitasi.
2. Feed pump ini berfungsi jika terjadi kemasukan udara didalam mesin. Dengan memompa maka terdapat aliran solar kedalam seluruh system. Didalam mesin diesel tidak diperkenankan ada rongga udara dalam pipa bahan bakar.
3. Setelah itu dialirkan menuju ke fuel filter , fuel filter ini berfungsi menyaring bahan bakar dari kotoran 2 yang ikut masuk dalam bahan bakar.
4. Dari fuel filter mengalir ke injeksi pump, didalam injeksi pump terdapat plunger yang akan menginjeksi bahan bakar dengan tekanan dari putaran cam, tekanan yang dihasilkan sangat tinggi sehingga pipa injeksi harus kuat dan kokoh tidak ada kebocoran.
5. Dari pipa Injeksi ini masuk ke nosel untuk dikabutkan menjadi butiran butiran partikel yang kecil sebagian bahan bakar yang dipompa digunakan untuk pengabutan , masih ada sisa bahan bakar sisa didalam nosle dan dialirkan kembali ke system penyimpanan bahan bakar.

Langkah langkah awal menjalankan generator

1. Cek level air radiator
2. Cek level Oli pelumas
3. Cek Level solar
4. Cek Level air aki dan tegangan battery.
5. Cek kekencangan baut battery
6. Cek kekencangan baut terminal kabel kontrol
7. Cek kekencangan baut terminal power ( R,S,T,N)
8. Cek kekencangan neple oli pelumas
9. Cek secara visual didalam kipas pendingin alternator
10. Cek secara Visual daerah sekitar kipas radiator.
11. Cek dengan memutar barring gear minimal satu putaran generator.
12. Cek kran kran bahan bakar suply dan return dalam keadaan terbuka.
13. Pompa bahan bakar melalui feed pump dan buka sedikit baut di filter solar sampai solar meluber dan kemudian kencangkan.
14. Lepas kabel koneksi ke actuator
15. Lepas kabel koneksi ke Magnetic Pick Up (MPU).
16. ON –kan switch battery
17. ON- kan MCB kontrol panel Engine
18. Crank sesaat (kurang lebih 2 detik )pastikan tidak ada suara dalam engine atau generator yang tidak lazim.
19. Crank sesaat lagi (kurang lebih 4 detik) pastikan tidak ada suara dalam engine atau generator yang tidak lazim.
20. Crank sekali lagi ( kurang lebih 6 detik) dan pastikan aman.
21. Pasang kembali kabel koneksi ke actuator.
22. Pasang kembali kabel koneksi ke MPU.
23. Putar adjust potensiometer speed pada putaran rendah.
24. Lepas jumper Di AVR untuk non aktifkan AVR
25. Crank sesaat sambil berjaga jaga tombol emergency stop
26. Cranking engine sambil memutar potensio adjust speed diputar naik ( increase) sampai engine berhasil running dalam putaran rendah.
27. Putar potensio speed perlahan lahan sampai tachometer menunjukkan 1500 Rpm. Sesaat kemudian matikan engine.
28. Pasang jumper AVR untuk mengaktifkan AVR.
29. Cranking engine ,jika sudah running amati tegangan generator dan atur sampai tegangan kerja yang dikehendaki.Jika dipanel AMF menggunakan remote Adjust Volt maka posisikan potensiometer ditengah (midle) dan kemudian atur voltage melalui trimer di AVR sampai tegangan kerja yang dikehendaki.
30. Amati tekanan oli pelumas .tekanan kerja antara 4 – 6 bar.
31. Amati semua bagian mesin jangan ada rembesan/kebocoran solar maupun oli pelumas.
32. Cek proteksi High Water temperature dan Low oil Pressure dengan menghubungsingkatkan switch HWT dan LOP, dan engine harus dapat shutdown
33. Cek proteksi Overspeed dengan menaikkan kecepatan engine dengan memutar potensiometer speed sampai 55 HZ atau 1650 Rpm dan engine harus shutdown.
34. Cek emergency stop dengan menekan tombol emergency stop waktu engine running dan engine harus shut down.
35. Matikan switch engine dalam posisi OFF, dan engine ditest dari remote AMF meliputi Start,Stop dan emergency. Berikut proteksi proteksi yang ada di modul AMF.
36. Cek urutan phase Generator dan sesuaikan dengan urutan phase PLN dengan menggunakan phase sequence meter.
37. Aktifkan AMF mode auto hingga supply power PLN dapat close sampai ke beban.
38. Cek sembarang beban 3 phase yang ada digedung pompa, kipas atau compressor dan pastikan putaran motor benar.
39. Untuk simulasi Panel AMF dapat mematikan sumber PLN langsung atau dari MCB kontrol Panel AMF.
40. Sewaktu PLN Padam segera setelah itu engine harus cranking dan running sesaat kemudian GCB (generator Circuit Breaker ) segera close untuk mensuply beban.
41. Perhatikan semua parameter listrik di modul AMF dan naikkan beban secara bertahap sampai mencapai beban maksimal gedung tanpa melebihi beban kapasitas genset.
42. Setelah dirasa cukup aman dan tidak ada kendala. Engine dapat ditest ulang sesuai procedure test beban.

Trouble shooting generator

Langkah langkah trouble shooting untuk mencari penyebab generator tidak mengeluarkan tegangan :

1. Amati secara Visual apakah terdapat kerusakan fisik atau bau hangus di kabel kontrol ,lilitan exciter, lilitan main rotor ,dan lilitan main stator .Cek juga apa terdapat goresen di stator dan rotor karena penyebab tidak center.
2. Lepas sambungan AVR terhadap exciter, tegangan sensor dan Permanen Magnet Generator (PMG)
3. Ukur tahanan lilitan Permanen Magnet Generator.Ukur dengan skala 1 Ohm.
4. Ukur tahanan lilitan exciter.Ukur dengan skala 1 ohm.
5. Ukur lilitan main stator dan lilitan exciter terhadap body / ground. Untuk memastikan tidak ada yang bocor / short ke body.
6. Ukur tahanan dioda dalam rotor exciter. Satu arah tersambung /terukur tahanan satu arah sebaliknya mempunyai nilai tahanan tinggi. Jika terdapat dioda yang kedua arahnya tersambung / short maka segera diganti.
7. Sambungkan tegangan 12 V DC dari Aki atau adaptor ke lilitan exciter, lebih baik jika terpasang melewati fuse atau MCB 2 A karena memberikan proteksi jika lilitan dalam keadaan short.
8. Operasikan diesel engine / Start up sampai putaran idle terlebih dahulu. Amati kondisi apakah ada kondisi yang mencurigakan dari genset tersebut, Perlahan lahan naikkan putaran sampai mencapai putaran nominal.
9. Amati dan ukur tegangan yang keluar dari mains stator,jika perlu cek arus DC yang melewati Exciter.Tegangan yang terukur pada mains stator biasanya sudah mencapai lebih dari 300 V AC.
10. Amati dan ukur juga tegangan yang keluar dari Permanen magnet generator apakah sudah keluar tegangan. Tegangan PMG ini biasanya terukur diatas 100 V antara Phase to Phase. Setelah itu matikan mesin.
11. Jika tegangan sudah terukur dapat di simpulkan bahwa system exsitasi tidak mengalami masalah.
12. Pasang kembali AVR dan koneksi kabel kontrolnya kecuali koneksi ke Exciter.
13. Start up Engine sekali lagi sampai mencapai putaran nominal. Cek tegangan keluaran AVR diterminal Exciter. Tegangan yang harus keluar minimal 12 VDC. Jika tidak mengeluarkan tegangan berarti ada yang rusak dalam system AVR nya. Jika mengeluarkan tegangan maka koneksi lagi dengan Exciter sehingga terdapat penguatan sendiri.
14. Jika AVR sudah baik/ sudah diganti , trim tegangan di AVR sampai mencapai tegangan nominal kerja.

URUTAN KERJA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR

1. Terbangkit tegangan dimulai di PMG stator. Jika poros generator mulai berputar. PMG stator ini mendapatkan perpotongan flux magnetic dari magnet permanent 8 kutub yang terdapat pada rotor PMG

2. Lilitan Stator PMG mengeluarkan tegangan 170 – 220 V ac 3 phase 3 wire dengan frekuensi 100 Hz.

3. Tegangan 3 phase ini masuk ke AVR sebagai catu daya exciter. Dari AVR ini memberikan tegangan dan arus exsitasi ke stator exciter dengan tegangan berkisar antara 13 Volt sampai 60 V DC dengan arus kerja dari 0,5 sampai 3,7 ampere.

4. Medan Magnet yang terbentuk dalam stator exciter memberikan perpotongan garis garis gaya magnet ke rotor exciter .Dalam rotor exciter terbangkit tegangan AC 3 phase.

5. Tegangan ini disearahkan dengan rotating dioda yang terbentuk dari 6 buah yang terpasang seri paralael sehingga terbentuk tegangan DC positif dan negative.

6. Tegangan ini diperlukan oleh main rotor untuk membentuk kutub tetap . yaitu kutub utara dan kutub selatan .

7. Kutub magnet yang terbentuk di main rotor ini akibat aliran arus DC dari rotating dioda , karena perputaran shaft generator maka mains winding dari generator akan terinduksi magnet dari main rotor hingga terbangkitlah tegangan dari lilitan stator.

8. Tegangan main stator ini dihubungkan dengan isolation transformer dengan perbandingan 2 : 1 yaitu 480 / 240 V AC.

9. Tegangan keluaran dari trafo isolasi yang akan dihubungkan dengan AVR sebagai input sensing tegangan.

10. Tegangan ini diperbandingkan dengan tegangan reference dalam AVR , jika perbandingan dengan tegangan reference lebih kecil maka AVR secara otomatis menambah jumlah arus dengan menaikkan tegangan ke exciter stator sampai tercapai keadaan sama dengan tegangan reference., sebaliknya jika perbandingannya lebih besar maka AVR akan menurunkan jumlah arus dengan menurunkan tegangan ke stator exciter sampai tercapai tegangan sama dengan tegangan reference.

11. Dengan bertambahnya beban maupun menurunnya beban AVR ini akan mengatur secara otomatis jumlah arus yang akan disupply ke exciter stator. Sehingga selalu dalam keadaan stabil output dari tegangan generator .

PROSES KERJA AVR AGAR TEGANGAN KERJA KONSTAN DENGAN BERBAGAI LEVEL BEBAN

1. Disaat generator tersambung beban listrik maka akan mengalir arus listrik didalam lilitan stator dan besarnya sesuai dengan beban litrik yang tersambung.
2. Dengan adanya arus yang mengalir dalam lilitan dengan inti besi, maka timbul garis garis gaya magnet didalam permukaan stator.
3. Garis garis gaya magnet ini mempunyai sifat yang berlawanan dengan garis garis gaya magnetik yang ditimbulkan oleh kutub kutub rotor yang berputar.
4. Dengan perlawanan ini gaya magnetic dari rotor berkurang, sehingga tegangan yang ditimbulkan oleh lilitan stator berkurang.
5. Kecenderungan tegangan yang akan turun dideteksi oleh input sensing dari AVR dan diperbandingkan dengan tegangan reference yang sudah diset.
6. Dengan tegangan yang turun maka perbandingannya lebih kecil dengan tegangan reference sehingga sesegera mungkin AVR memberikan tambahan arus dengan menaikkan tegangan exciter.
7. Kenaikan arus pada stator exciter berpengaruh terhadap tegangan yang dihasilkan exciter rotor. Dan berpengaruh pula terhadap arus yang ke mains rotor, hingga medan magnet yang dihasilkan juga bertambah.
8. Penambahan garis garis gaya magnet setara dengan perlawanan garis garis gaya yang ditimbulkan arus lilitan stator.
9. Dengan demikian tegangan yang terbangkit akan tetap besarnya.
10. Begitu pula sebaliknya, bila ada penguranganan beban , perlawanan gaya magnet menjadi semakin kecil dan dengan hal ini kecenderungan tegangan akan naik karena garis garis gaya pada rotor utama berlebih.
11. Kecenderungan kenaikan tegangan ini dideteksi oleh input sensing dari AVR dan diperbandingkan dengan tegangan reference yang sudah diset.
12. Dengan tegangan yang naik maka perbandingan tegangan menjadi lebih besar dari tegangan reference, sehingga sesegera mungkin AVR mengurangi arus di lilitan exciter stator dengan menurunkan tegangan exsitasi.
13. Hal ini akan mengurangi arus pada lilitan main rotor, hingga medan gaya magnetnya turun sebesar perlawanan yang turun.
14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AVR akan dapat mengatur secara otomatis kenaikan dan penurunan arus exsitasi sehingga tegangan yang dihasilkan akan tetap dengan berbagai level beban.

AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR

AVR (automatic Voltage Regulator ) merupakan peralatan vital bagi generator . Dari AVR inilah otomatis pengaturan tegangan diatur. Apa dan bagaimana AVR itu dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. AVR pengaturan Voltagenya dapat disambungkan dengan menggunakan Potensiometer. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengaturan secara remote/ jarak jauh. Caranya :
– Lepas jumper no : 1-2
– Hubungkan dengan potensiometer
– Cek / ukur tahanan potensiometer pada skala 10 K
– Putar potensio kekanan dan kekiri, dan pastikan jika diputar kekanan/ searah jarum jam , tahanan potensio mengecil,dan jika diputar kekiri tahananya besar.

2 Balasan ke Diesel Engine Generator

  1. alex berkata:

    minta tolong mas, , kalo genset yanmar 50 kva’ distater tidak mau nyala, , bunyinya ada, , tapi terdengar seperti yang berat,

    • yudhamalmsteen berkata:

      hal pertama yang harus di check adalah pelumas/oli, mungkin saja sudah waktunya ganti oli.
      ada juga pengaruh dari generatornya, coba lakukan tanpa beban (free-load).
      yang terakhir check accumulatornya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s